“MENGHORMATI KEHADIRAN ALLAH YANG KUDUS”
Keluaran 3:4–5 (TB) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”
Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”
PENDALAMAN FIRMAN
Ketika Musa melihat semak duri yang menyala tetapi tidak terbakar habis, ia mendekat untuk melihatnya. Saat itulah Allah memanggilnya, “Musa, Musa!” Ketika Musa menjawab panggilan-Nya, Allah berkata, “Janganlah datang dekat-dekat; tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat di mana engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus.”
Perintah untuk menanggalkan kasut bukanlah sebuah ritual, melainkan lambang penghormatan kepada Allah yang Mahakudus. Tanah itu menjadi kudus bukan karena tempatnya istimewa, tetapi karena Allah sendiri hadir di sana. Kehadiran Allah mengubah suasana biasa menjadi tempat perjumpaan yang kudus.
Firman ini mengajarkan bahwa setiap kali kita datang kepada Tuhan, baik dalam doa, ibadah, membaca firman, maupun melayani, kita harus memiliki hati yang penuh hormat, takut akan Tuhan, dan rendah hati.
Kehadiran Allah menuntut sikap hormat dan kesadaran akan kekudusan-Nya, dan dari situlah setiap pelayanan kepada Tuhan seharusnya dimulai.
Allah bukan sekadar Sahabat yang dekat dengan kita, tetapi juga Juru Selamat dan Raja yang kudus dan layak menerima segala hormat dan penyembahan.
PERGUMULAN HIDUP DAN APLIKASI
Kesibukan dan rutinitas,masalah dsn pergumulan,kehidupan yang tidak berpusat pada Kristus dapat membuat kita kehilangan rasa hormat kepada Tuhan. Kita dapat beribadah tanpa kesungguhan, berdoa tanpa hati yang tertuju kepada-Nya, atau membaca firman hanya sebagai kebiasaan.
Hari ini, marilah kita memperbarui sikap hati kita. Datanglah kepada Tuhan dengan hormat, menyadari bahwa kita sedang berada di hadapan Allah yang kudus. Ketika kita menghargai kehadiran-Nya, hati kita akan semakin peka mendengar suara-Nya dan hidup kita akan dibentuk menurut kehendak-Nya.
DOA
Bapa di surga, Engkaulah Allah yang kudus dan mulia. Ajarlah kami untuk selalu menghormati kehadiran-Mu dalam setiap ibadah, doa, dan kehidupan kami sehari-hari. Jauhkan kami dari sikap yang menganggap biasa hal-hal yang kudus. Bentuklah hati kami agar senantiasa hidup dalam hormat, ketaatan, dan kasih kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
PERTANYAAN REFLEKTIF
1.Apakah saya datang kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh menghormati kehadiran-Nya?
2.Adakah sikap atau kebiasaan,situasi atau keadaan yang membuat saya kurang menghargai kekudusan Allah?
3.Bagaimana saya dapat menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari?
Marilah kita hidup dalam keyakinan bahwa Allah yang kudus hadir di tengah umat-Nya. Ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang penuh hormat dan ketaatan, kita akan mengalami persekutuan yang semakin erat dengan-Nya dan hidup kita akan diubahkan oleh hadirat-Nya
Tetap semangat, setia dan jaga hati.
Tuhan memberkati.
