Jangan Gelisah, Percayalah Kepada Tuhan
Yohanes 14:1-4 (TB) “1Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. 4Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
PENDALAMAN FIRMAN
Yohanes 14 adalah perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya menjelang penderitaan dan kematian-Nya. Yesus mengetahui bahwa mereka akan mengalami kesedihan, ketakutan, dan kebingungan. Karena itu Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu.”
Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia mengajarkan agar murid-murid tetap percaya kepada Allah dan kepada-Nya. Ketika kita tidak memahami apa yang sedang terjadi, kita tetap dapat mempercayai Tuhan yang memegang kehidupan kita. “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3:5).
Yesus juga memberikan pengharapan bahwa Ia pergi menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa kehidupan kita tidak berakhir pada keadaan dunia sekarang. Ada pengharapan dan masa depan bersama Tuhan.
Karena itu, jangan membiarkan kekuatiran menguasai hati. Kita boleh membawa segala pergumulan kepada Tuhan dalam doa, sebab damai sejahtera Tuhan sanggup menjaga hati dan pikiran kita (Filipi 4:6-7).
PERGUMULAN HIDUP DAN APLIKASI
Setiap orang mungkin mempunyai alasan untuk gelisah. Ada yang memikirkan keluarga, pekerjaan, kebutuhan ekonomi, kesehatan, pelayanan, atau masa depan. Tetapi kekuatiran tidak akan menyelesaikan masalah. Kita dipanggil untuk menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan (1 Petrus 5:7).
Ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, jangan takut. Tuhan berkata, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Yesaya 41:10). Kita tidak perlu mengetahui seluruh jalan di depan kita; kita hanya perlu berjalan bersama Tuhan selangkah demi selangkah.
Yesus juga berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu” (Yohanes 14:27). Damai yang Tuhan berikan tidak bergantung pada keadaan. Karena itu, sekalipun keadaan belum berubah, hati kita dapat tetap tenang karena kita tahu Tuhan menyertai kita.
Hari ini, mari kita belajar mengganti kekuatiran dengan doa, ketakutan dengan iman, dan kegelisahan dengan percaya kepada Tuhan.
DOA
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengingatkan kami untuk tidak gelisah dan tidak takut. Kami menyerahkan segala kekuatiran, pergumulan, keluarga, pekerjaan, kebutuhan, dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. Berikan kami hati yang tenang, iman yang kuat, dan damai sejahtera yang berasal dari-Mu. Ajarlah kami tetap percaya sekalipun kami belum melihat jalan keluar. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.
PERTANYAAN REFLEKTIF
- Apa yang paling membuat hati saya gelisah saat ini?
- Sudahkah saya sungguh-sungguh menyerahkan kekuatiran itu kepada Tuhan?
- Apa yang dapat saya lakukan hari ini sebagai bukti bahwa saya percaya kepada Tuhan?

