JANGAN HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI
Imamat 19:9-10 (TB) 9Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. 10Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.
PENDALAMAN FIRMAN
Dalam Imamat 19, Tuhan sedang mengajar Israel bagaimana hidup sebagai umat-Nya. Disamping setia dan mengasihi,mereka juga diajar memperhatikan orang lain, terutama mereka membutuhkan.
Tuhan memerintahkan agar ketika menuai, mereka tidak mengambil semuanya untuk diri sendiri. Sebagian harus ditinggalkan bagi orang yang membutuhkan Ini menunjukkan bahwa berkat yang Tuhan berikan kepada kita tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk dibagikan.
Prinsip ini tetap berlaku bagi kita. Amsal 19:17 berkata bahwa siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang lemah, ia seperti memberi pinjaman kepada Tuhan. Ketika kita menolong orang yang membutuhkan, Tuhan melihatnya sebagai sesuatu yang berharga di hadapan-Nya.
Yesus juga mengajarkan bahwa ketika kita melakukan sesuatu bagi orang yang membutuhkan, sesungguhnya kita melakukannya bagi DIA (Matius 25:40).
PERGUMULAN HIDUP DAN APLIKASI
Kita hidup dalam dunia yang sering mengajarkan, “Utamakan diri sendiri.” Firman Tuhan justru mengajar kita untuk melihat kebutuhan orang lain.
Mungkin kita tidak memiliki banyak harta, tetapi kita tetap mempunyai sesuatu yang dapat dibagikan: waktu, perhatian, tenaga, makanan, pertolongan, bahkan sebuah perkataan yang menguatkan.
Jangan menunggu menjadi kaya untuk menjadi berkat. Mulailah dengan apa yang ada di tangan kita. Pemberian yang kecil sekalipun dapat menjadi berarti jika diberikan dengan kasih (2 Korintus 9:7).
Hari ini, cobalah melihat sekeliling. Mungkin ada seseorang yang membutuhkan pertolongan kita, tetapi tidak berani meminta. Jadilah pribadi yang peka dan mau berbagi.
DOA
Tuhan, terima kasih untuk setiap berkat yang Engkau berikan kepada kami. Ampunilah kami jika sering kali kami hanya memikirkan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri. Berikan kami hati yang peka terhadap orang yang membutuhkan. Ajarlah kami berbagi dengan sukacita, menolong dengan tulus, dan memakai apa yang kami miliki untuk menjadi berkat bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.
PERTANYAAN REFLEKTIF
- Apakah selama ini saya lebih banyak memikirkan kebutuhan sendiri daripada kebutuhan orang lain?
- Apa yang Tuhan sudah berikan kepada saya yang dapat saya bagikan kepada orang lain?
- Siapa yang dapat saya tolong kuatkan dan berkati hari ini?

